Press Release

Keno Creative : Bukan sekadar rumah produksi karya, tetapi tempat tumbuh bersama.

18 Desember 2025 Hasan Sidiq
Keno Creative : Bukan sekadar rumah produksi karya, tetapi tempat tumbuh bersama.

Di tengah derasnya arus industri kreatif digital, banyak mahasiswa desain memiliki kemampuan visual yang mumpuni, namun belum sepenuhnya mendapatkan ruang untuk merasakan dinamika dunia profesional. Kesenjangan antara bangku kuliah dan kebutuhan industri kerap membuat talenta muda berjalan sendiri-sendiri, tanpa ekosistem yang mampu membimbing mereka untuk bertumbuh secara berkelanjutan.


Berangkat dari kegelisahan tersebut, Keno Creative hadir sebagai agensi kreatif yang tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pada pemberdayaan komunitas mahasiswa. Digagas oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual melalui program Wirausaha Baru Mahasiswa (WIBAWA) UNS yang diselenggarakan oleh Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa, Keno Creative dirancang sebagai jembatan antara dunia akademik dan industri kreatif melalui pengalaman kerja nyata, pendampingan, serta ruang belajar bersama.


Ruang Belajar yang Hidup

Founder Keno Creative, Arjunnaja, menegaskan bahwa Keno sejak awal tidak dibangun semata sebagai penyedia jasa desain.


“Kami melihat banyak mahasiswa desain punya potensi besar, tapi tidak semuanya memiliki akses ke dunia industri yang nyata. Keno Creative kami bangun sebagai ruang belajar yang hidup, tempat mahasiswa bisa salah, belajar, lalu tumbuh melalui proyek profesional yang sesungguhnya.”

Arjunnaja, Founder

Melalui keterlibatan langsung dalam proyek profesional bersama klien nyata, mahasiswa tidak hanya membangun portofolio berbasis pengalaman industri, tetapi juga ditempa dalam aspek komunikasi, manajemen proyek, kerja tim, dan etika profesional. Bagi Keno Creative, desain bukan semata soal visual yang menarik, melainkan proses panjang untuk membentuk desainer yang siap menghadapi dunia kerja sesungguhnya.


foto bersama peserta lavis legit

foto bersama peserta lavis legit

LAVIS LEGIT: Ruang Diskusi Visual


Komitmen Keno Creative dalam membangun ekosistem kreatif tidak berhenti pada layanan jasa. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan LAVIS LEGIT (Kelas Visual: Let’s Get It), sebuah forum diskusi yang dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sudut pandang seputar seni dan desain dalam suasana yang santai, terbuka, dan inklusif.


Edisi perdana, LAVIS LEGIT #1 — Lapisan Pertama, mengangkat tema “1001 Desain”. Forum ini mengajak peserta menelusuri makna desain dari berbagai perspektif—mulai dari sejarah, pemikiran para tokoh, hingga relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Layaknya lapis legit yang tersusun dari lapisan demi lapisan, diskusi ini menjadi pondasi awal untuk membangun pemahaman desain yang lebih dalam.


Diselenggarakan di Kanopi Atas HB Sutopo dan didukung oleh Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret, LAVIS LEGIT menjadi ruang aman bagi mahasiswa dan pegiat visual untuk berdialog tanpa sekat hierarki.


foto bersama peserta seminar

foto bersama peserta seminar

Berbagi Pengalaman di Purwacarita 2025


Selain membangun ruang diskusi internal, Keno Creative juga aktif berbagi pengalaman kepada mahasiswa dalam lingkup yang lebih luas. Hal ini diwujudkan melalui sharing session dalam acara Purwacarita 2025 bertajuk “Creative Entrepreneurship for Visual Arts Students”.


Dalam sesi ini, tim Keno Creative membagikan realitas dunia kerja kreatif, proses membangun agensi dari lingkungan mahasiswa, hingga peluang dan tantangan berwirausaha di bidang visual. Peserta diajak untuk memahami bahwa dunia kreatif tidak hanya berbicara tentang idealisme karya, tetapi juga tentang keberlanjutan, profesionalisme, serta strategi bertahan dan berkembang di industri.


Melalui kegiatan komunitas seperti LAVIS LEGIT serta keterlibatan dalam forum edukatif seperti Purwacarita 2025, Keno Creative menegaskan perannya sebagai lebih dari sekadar agensi kreatif. Ia hadir sebagai ekosistem belajar, ruang bertumbuh, dan wadah kolaborasi bagi generasi muda kreatif yang ingin melangkah lebih jauh dari sekadar ruang kelas.